Dosen Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bertindak sebagai narasumber dalam Workshop Sta
Dosen Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bertindak sebagai narasumber dalam Workshop Standar Kelistrikan Peralatan Medis yang berfokus pada aspek keselamatan pasien (patient safety).
Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan Semarang (Kementerian Kesehatan) bekerja sama dengan DPD Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop Pelatihan Khusus Hemodialisa. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan teknis para tenaga Elektromedis dalam pengelolaan, pemeliharaan, serta penanganan masalah teknis pada mesin hemodialisa. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu mendukung penyelenggaraan layanan hemodialisis yang aman, efisien, dan berkualitas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Workshop nasional tersebut dilaksanakan pada 29 - 31 Oktober 2025 di Hotel MG Setos, Jalan Inspeksi, Kembang Sari, Kecamatan Semarang Tengah, dan diikuti oleh para Elektromedis dari berbagai rumah sakit. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Agus Komarudin, S.T., M.T., selaku Ketua Umum DPP IKATEMI, serta Ibu Yunita Dyah Suminar, SKM, M.Sc., M.Si., selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Elvianto Dwi Hartono, S.T., M.M., M.Kom., M.T., menekankan pentingnya kompetensi tenaga Elektromedis dalam menjaga mutu dan keamanan pelayanan kesehatan. Menurut beliau, pemeliharaan peralatan medis harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit. Peraturan tersebut mengamanatkan bahwa seluruh perhitungan dan penggambaran teknis harus mengikuti ketentuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL).
Dalam menjaga kestabilan sistem kelistrikan rumah sakit, diperlukan perangkat pendukung seperti Stabilisator Tegangan dan UPS (Uninterruptible Power Supply), baik yang terpasang secara terpusat maupun pada masing-masing unit alat medis. UPS memiliki peran vital dalam memastikan pasokan listrik tetap stabil dan tidak terputus meskipun terjadi gangguan daya. Oleh karena itu, sistem monitoring UPS berbasis SNMP (Simple Network Management Protocol) menjadi sangat penting, karena memungkinkan pemantauan kondisi UPS secara real-time melalui jaringan IP. Dengan sistem ini, potensi gangguan dapat segera diidentifikasi dan ditangani, sekaligus memungkinkan penyusunan laporan berbasis data yang lebih akurat.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga Elektromedis dalam mendukung mutu, keamanan, dan keselamatan layanan di rumah sakit, sejalan dengan regulasi dan standar teknis yang berlaku.




