Dengan pengalaman lima tahun bermain PUBG dan mengikuti turnamen offline, Juven sukses mengharumkan nama Prodi AIRO pada ajang PMCC resmi pertamanya.


Kamis (11/9/2025), Juven Delano Fowor, mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (AIRO) angkatan pertama asal Maluku, meraih juara 3 pada ajang PMCC tingkat internal kampus. Dengan pengalaman bermain PUBG selama lima tahun, Juven membawa pulang hadiah Rp250.000 setelah mengikuti empat ronde pertandingan.

PMCC (PUBG Mobile Campus Championship) UNTAG  Surabaya adalah ajang kompetisi resmi PUBG Mobile yang mempertemukan mahasiswa di lingkungan kampus UNTAG Surabaya. Tahun ini mempertandingkan empat ronde: dua ronde di map Erangel dan dua ronde di map Miramar. Acara dimulai pukul 13.20 WIB dan selesai pada 17.00 WIB. Juara 1 memperoleh Rp1.000.000, juara 2 Rp750.000, dan juara 3 memperoleh Rp250.000.

Juven adalah mahasiswa angkatan pertama Prodi AIRO (2025) yang telah menekuni PUBG sejak masa SMP. Ia pernah mengikuti beberapa turnamen offline, termasuk meraih peringkat kedua di salah satu turnamen lokal. Pengalaman ini membantunya terbiasa dengan atmosfer pertandingan dan mengasah kemampuan bermain.

Selama lima tahun bermain, Juven juga sempat tergabung dalam tujuh hingga delapan tim berbeda dan mendapatkan pelatihan dasar saat bergabung. Ia mengaku sering menonton turnamen besar untuk mempelajari strategi pemain papan atas, termasuk idolanya, Rosemary.

Menghadapi turnamen resmi pertamanya, Juven mempersiapkan diri dengan mengikuti mini tournament serta latihan sebelum hari-H. Ia menyebut kepercayaan diri dan dukungan teman-teman menjadi faktor penting keberhasilannya.

“PMCC kemarin terasa seru, ini turnamen resmi pertama saya dan saya sangat excited,” ujarnya. Tantangan utama baginya adalah beradaptasi dengan format kompetisi resmi dan sistem permainan PUBG Mobile yang menurutnya kini lebih kompleks dibanding masa awal ia bermain.

Juven mengaku mengikuti PMCC sebagai cara untuk mengembangkan keterampilan bermainnya sekaligus menantang diri sendiri. Ia berharap bisa meningkatkan kualitas permainan dan mengikuti turnamen resmi lainnya. “Saya ingin lebih baik lagi gameplay-nya dan mencoba masuk ke ranah profesional,” jelasnya.


Juven berpesan kepada mahasiswa AIRO lainnya untuk berani mencoba hal baru dan konsisten berlatih. “Sering-sering latihan, push your limit, dan belajar yang giat,” katanya.

Prestasi Juven Delano Fowor menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi AIRO mampu berkontribusi dan berprestasi di bidang non-akademik. Dukungan prodi diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak mahasiswa AIRO yang menorehkan prestasi serupa di masa mendatang.